Daerah

KHAIRUL : BEA DAN CUKAI SEBAGAI GARDA TERDEPAN DALAM MENANGKAL BARANG ILEGAL

USER_IT | Kamis, 15 Oktober 2015 - 14:04:52 Wita | dibaca: 1430 pembaca

Tarakan (15/10) - Sekretaris Daerah Kota Tarakan Khairul Menghadiri Acara Pemusnahan Barang Bukti Hasil Penindakan Kepabeanan Dan Bea Cukai Dan Hasil Tindak Pidana Kepabeanan Yang Dilaksanakan Di Halaman Rumah Jabatan Walikota Tarakan.

Acara Yang Di Selenggarakan Oleh Dirjen Bea Dan Cukai Kantor Wilayah Kalaimantan Timur Kanor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Ipe Madya Pabean B Tarakan, Turut Hadir Pula Kepala BIN Kaltara, Forkopimda Kota Tarakan, SKPD Kota Tarakan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama .

Daftar Barang Yang Menjadi Milik Negara Yang Disetujui Untuk Dihapuskan Dengan Tindak Lanjut Pemusnahan Pada Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tarakan : Miras Labour Sebanyak 100 Dus, Redbull Sebanyak 65 Dus, Montain Chivas Sebanyak 50 Dus, Sabun @15 Kg Sebanyak 27 Karton, Susu @20 Kaleng Sebanyak 5 Karton, Parfum @70 Botol Sebanyak 2 Karton, Minyak Gosok @5 Kg Sebanyak 2 Karton, Per Ayunan @10 Kg Sebanyak 4 Karton, Barang Campuran@20kg Sebanyak 90 Karton, 6.8 Sela Bowl @48 Buah Sebanyak 54 Karton, Soup Plate @48 Buah Sebanyak 15 Karton, Palte @72 Buah Sebanyak 21 Karton, Gelas Cangkir @16 Buah Sebanyak 20 Karton, Minuman Merk Soya @24 Kaleng Sebanyak 15 Case, Apollo @12 Kotak Kecil Sebanyak  Karton, Oli @24 Liter Sebanyak 5 Karton, Rokok Merk Gudang Djati Sebanyak 8 Slop, 500 Tablet Ponstan Dan 500 Tablet Krisovin Sebanyak 1000 Keping, Cd Sebanyak 189 Keping, Cd Sebanyak 36 Keping.

Dalam Sambutannya Sekretaris Daerah Kota Tarakan " Apa Yang Sudah Dihasilkan Oleh Bea dan Cukai Dan Penegak Hukum Yang Lain , Tentunya Bea Dan Cukai Sebagai Garda Terdepan Dalam Menangkal Barang-Barang Illegal. Pintu Masuk Barang Illegal Yang Ada Di Tarakan Sangat Banyak , Sehingga Untuk Menutup Semua Pintu Tersebut Maka Akan Di Butuhkan Personil Dan Tenaga Yang Tidak Sedikit. Kami Pemerinah Kota Tarakan Juga Telah Mengambil Tindakan Dengan Cara Menjadikan Pelabuhan Resmi Impor Produk Tertentu, Yang Mana Persaratan Impor Yang Diminta Oleh Malaysia Harus Mengimpor Barang Dengan Jumlah Tertentu Baru Mereka Mau Mengimpor Barangnya Ke Indonesia. Diperlukan Kesadaran Bersama Yang Mana Masyarakat Dan Pelaku Usaha Harus Paham Dan Jeli Dimana Tidak Ada Jaminan Barang Yang Di Impor Tidak Mengandung Zat-Zat Berbahaya Yang Dapat Mengancam Para Konsumen Oleh Kare Itu Kita Bersama-Sama Mengubah Pradigma Dengan Barang Impor Yang Tidak Mempunyai Badan Pengawas Onbat Dan Makan Republik Indonesia Dari ” Ujar Khaerul

Dalam Keteranganya " Barang Yang Dimusnakahan Adalah Barang Yang Berbahaya Bagi Masyarakat, Dan Melanggara UUD Kepabenan Dan Cukai, Semua Barang Ini Adalah Penindakan Bea Dan Cuaki Dan Aparat Penegak Hukum Di  Wilayah Tarakan. Dan Mempunyai Surat Yang Kekuatan Hukum Yang Tetap Dari Putusan Dari Pengadilan Negeri Dan Surat Pemusnahan Barang Bukti Dari Kejaksaan Negeri Tarakan, Semua Proses Hukum Yang Telah Dilakukan Oleh Pengadilan Dan Kejaksaaan Kami Lakukan Pemusnahan Barang Bukti Hari Ini. Dengan Personil 71 Orang Kami Mengoptimalkan SDM Di Pintu Masuk Barang –Barang Illegal Dan Tidak Cukup Bea Dan Cukai Berkerja Sendiri Oleh Karena Itu Kita Bersinergi Dengan Semua Pihak Penegak Hukum Yang Ada Di Tarakan Dengan Komuniti Protector" Ujar Bobbi Situmorang. (hms/fly)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)