Daerah

HADAPI MEA 2015, HOTEL DIMINTA BERBENAH

USER_IT | Rabu, 04 Maret 2015 - 13:40:29 Wita | dibaca: 18934 pembaca

TARAKAN - Sektor Perhotelan menjadi salah satu sektor yang terus didorong oleh Pemenrintah Kota Tarakan untuk mempersiapkan diri menghadapi agenda Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 yang secara resmi akan mulai bergulir per  31 Desember 2015 mendatang. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan morning surprise jajaran Swissbell Hotel Tarakan dengan Walikota Tarakan di Ruang kerja Walikota Tarakan pada Rabu (4/3).

Walikota Tarakan Sofian Raga pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa sektor perhotelan memiliki peran penting dalam mewujudan visi dan misi Kota Tarakan khususnya di bidang jasa. Untuk itu, Sofian Raga meminta agar para pelaku usaha perhotelan di Kota Tarakan dapat menyediakan layanan jasa yang prima kepada para tamu.

“Bagaimana tamu itu sebagai raja yang perlu diurus dan dilayani dengan sebaik-baiknya, buat para tamu tidak terganggu dengan apapun ketika masuk hotel. Intinya bahwa semua panca indra tamu yang datang tidak boleh terganggu oleh sesuatu” jelas Sofian

Menurut Sofian Raga, Jika para tamu merasakan kepuasan dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak hotel, maka secara tidak langsung akan menjadi media promosi yang sangat efektif baik bagi hotel tersebut maupun bagi Kota Tarakan secara umum.

Sementara itu, Yan Handiana selaku Ganeral Manajer Swissbell Hotel Tarakan yang baru menjabat 3 bulan menyampaikan bahwa salah satu kendala untuk meningkatkan daya saing hotel di Tarakan adalah terkait proses sertifikasi hotel. “kendalanya saat ini, untuk sertifikasi hotel kami harus mendatangkan tim assessor dari Samarinda dan Balikpapan untuk mengaudit hotel-hotel yang ada di Tarakan agar sesuai dengan standar yang harus dimikili oleh sebuah hotel” ungkap Yan Handiana. Lebih lanjut dikatakan Yan Handiana bahwa untuk Swissbell Hotel Tarakan sendiri terakhir kali diaudit pada tahun 2010 dan saat ini telah habis masa berlakunya.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Tarakan (Amren Hamid) yang juga hadir dalam morning surprise tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tarakan pada minggu pertama bulan Maret ini telah mengagendakan untuk melakukan pertemuan dengan para pemilik hotel yang tergabung dalam Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tarakan.

kami sudah menjadwalkan minggu ini atau minggu depan bertemu dengan para pengelolah hotel di Tarakan untuk menginformasikan terkait sertifikasi. Karena dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015 khususnya di bidang jasa kepariwisataan perlu dilakukan sertifikasi terhadap 2 hal yakni sarana dan prasarana serta sumber daya manusianya” jelas Amren Hamid

Dikatakan Amren Hamid bahwa saat ini sertifikasi tidak lagi dilakukan oleh PHRI sebagaimana yang berlaku selama ini tetapi oleh LSU (lembaga sertifikasi usaha) Pariwisata. Saat ini Kementerian Pariwisata telah menunjuk 17 LSU Pariwisata yang semuanya berdomisili di wilayah pulau Jawa dan Bali.

Lebih lanjut Amren Hamid menyampaikan bahwa sampai saat ini jumlah hotel di Kota Tarakan telah mencapai 35 hotel dengan total jumlah kamar 1137 unit. (HMS/LP-FT/DOK)










Komentar Via Website : 1
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)